49 daerah di Pulau Jawa rawan bencana tanah longsor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 daerah berada di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sisanya di Jawa Timur.
Ratusan hektar sawah dan lahan pertanian rusak parah setelah hujan mengguyur di 5 kecamatan Jember. Banjir ini diakibatkan jebolnya tanggul irigasi Sungai Mayang.
Dinas Pengairan menganggarkan dana sebesar Rp 510 miliar dari APBN dan Rp 60 miliar dari APBD. Dana ini digunakan untuk penanggulangan dampak musim hujan.
Dishub Provinsi Jatim mencatat sejumlah wilayah jalur mudik di Jatim rawan banjir dan longsor. Titik rawan itu berada di 24 kabupaten kota di 6 wilayah.