Kala itu, Amerika Serikat tengah mengalami depresi ekonomi. 10 tahun berlalu, perekonomian yang semula terpuruk justru terselamatkan dari sektor pariwisata.
PBB mengatakan setidaknya 38 orang meninggal di Myanmar, Rabu (3/3), menandai hari paling mematikan sejak aksi protes besaran-besaran menentang kudeta militer.