Sekitar sepekan berada di Chile tim Indonesia yang berlaga di Homeless World Cup 2014 sudah kangen dengan makanan Indonesia. Kerinduan itu terhapus setelah bertemu rempeyek, bakso, sambal dan lalapan.
Banyak gerobak penjaja ketoprak di pagi hari. Gabungan lontong lembut, tauge renyah, tahu goreng dan bihun, enak disantap bersama bumbu kacang gurih pedas. Ditambah kerupuk meriah.
Irisan lontong atau ketupat yang disiram sayur gurih dari santan ini terkenal sebagai menu sarapan. Dilengkapi telur balado, kering kentang kacang, atau semur kentang dan kerupuk kanji. Sedapnya!
Warung tenda pecel lele ini rupanya berbeda dengan warung sejenisnya. Di sini, sambal bukan sekadar pelengkap makanan, melainkan daya tarik utama. Saking pedasnya, Anda bisa-bisa mengumpat saat mencicipi sambal ini. "Setan! Sambalnya pedas banget!"
Kalau kangen masakan rumah atau jajanan kampung halaman Anda bisa mampir ke restoran ini. Nasi kuning, ayam penyet, sate lilit, gulai kambing hingga bir pletok yang segar menanti Anda.
Tahu campur berkuah cokelat dengan campuran bumbu petis memang sangat nikmat. Perpaduan daging kenyal dengan tahu goreng hangat plus kuah yang gurih manis memang selalu membuat kangen. Yuk, jajan tahu campur!
Suhu panas yang menyengat Solo rasanya tak berpengaruh pada rumah makan tahu kupat ini. Makin banyak pengunjung memadati rumah makan sederhana ini untuk menikmati tahu kupat manis pedas ala Solo.
Para ahli kesehatan memperingatkan soal bahaya membawa dan mengkonsumsi makanan cepat saji ke kawasan pedalaman Australia. Praktik yang marak terjadi ini bisa menyebabkan keracunan makanan.
Saat malam menjelang, banyak orang mampir ke angkringan wedangan khas Solo. Sajian utamanya sego kucing dan berbagai gorengan sebagai lauk. Juga wedang jahe yang hangat sedap.