DPR seolah cuci tangan dengan membuat alternatif dalam APBN-P dengan memberi keleluasan bagi pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi. Hal ini dinilai bisa melanggar UUD 1945.
Kekhawatiran akan melemahnya ekonomi China akan menjadi sentimen pemberat bursa hari ini. Selain itu, demo kenaikan BBM juga bisa sedikit mempengaruhi bursa.
Harga minyak mentah dunia sudah menembus US$ 124 per barel. Negara penghasil minyak terbesar dunia yaitu Arab Saudi siap menekan lonjakan harga minyak ini.
Pemerintah berencana memberikan bantuan langsung tunai (BLT) Rp 150.000 per bulan selama 9 bulan jika harga BBM subsidi naik jadi Rp 6.000. BLT ini tidak bermuatan politik.
Rencana pemerintah menaikkan harga BBM subsidi Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter ditolak oleh Megawati Institute. Kalau BBM naik, akan ada potensi kerugian negara.