IHSG masih akan terpengaruh pelemahan bursa-bursa saham global namun, dari sisi teknikal kondisi pasar sudah kelewat oversold dan seharusnya bisa menjadi pemicu akumulasi saham-saham unggulan.
IHSG meluncur tajam ke level 3.369,143. Penurunan IHSG paling tinggi, dibandingkan bursa regional. Namun hal ini wajar dan tidak perlu ada antisipasi khusus dari otoritas Bursa.
IHSG terjun bebas 328 poin akibat aksi jual masif yang dilakukan investor lokal dan asing. Indeks mencetak rekor koreksi terburuk di Asia dan kembali bertengger di level 3.300.
IHSG terus bergolak dan memasuki fase decline. Namun kondisi ini justru menjadi peluang investor reksa dana untuk melakukan subscription atau penambahan investasi.
Beberapa hari ini harga kedelai di tingkat perajin tempe merayap naik, karena faktor melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi perajin.
Emas akan semakin diburu investor ditengah kekhawatiran akan bom waktu krisis di Eropa. Bahkan hingga akhir tahun 2011, emas diperkirakan dapat mencapai level US$ 2.000 per ounce.
IHSG kembali lanjutkan koreksinya dengan melemah tipis 5 poin. Situasi krisis utang Yunani yang belum kondusif menekan IHSG, meski mereka telah membayar sebagian utangnya.
IHSG melemah tipis 2 poin setelah sempat jatuh lebih dari 80 poin pada perdagangan hari ini. Aksi beli menjelang penutupan hampir berhasil membawa IHSG ke teritori positif.