Meskipun memiliki banyak keuntungan, petahana sering kalah karena masyarakat Jakarta lebih memilih pemimpin yang mampu melayani dan beradaptasi dengan harapan.
Saksi menceritakan diminta oleh salah satu terdakwa untuk tak jujur saat diperiksa KPK dengan menyebutkan uang pemerasan itu sebagai uang terima kasih.