Pengamat dari Universitas Indonesia menilai struktur Partai Gerindara gemuk karena diisi oleh ratusan orang, sehingga dipertanyakan keefektifan kerja partainya.
Arief Poyuono terpental dari posisi waketum Gerindra usai kepengurusan partai periode 2020-2025 diumumkan. Selama menjabat, Poyu kerap menuai kontroversi.