Sebagai petualang ACI tentu saja kesenangan dan pengalaman kami wajib dibagikan ke seluruh Indonesia. Tapi bagaimana bisa tanpa dukungan perangkat telekomunikasi yang kuat. Disini peran XL dan Nexian Journey amat membantu.
Sekitar 30 mahasiswa mendatangi Polres Pelabuhan Tanjung Perak Suradistamben Abaya. Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa peduli Rakyat Nusa Tenggara Timur (AMPERA NTT) itu berunjukrasa di depan pintu gerbang mapolres.
Insentif yang diterima aparat patroli laut Bea Cukai boleh dibilang tak manusiawi. Dengan tanggung jawab yang sangat berat, insentif yang diterima untuk aparat kelasi hanyalah Rp 500 per hari!
Peredaran barang-barang ilegal di wilayah Kepulauan Riau Selat Malaka, seringkali terjadi dan sulit dihapus tuntas. Wilayah ini menjadi surga bagi para penyelundup.
Jangan pernah setengah-setengah kalau ingin berkunjung ke pulau yang letaknya paling barat di Pulau Jawa ini. Sebab, segala keindahan dari pulau ke pulau yang bisa dinikmati di kawasan ini, jauh dari kata "setengah-setengah".
Pagi-pagi buta kami beranjak dari penginapan Pondok Remaja Rhino menuju Pulau Peucang. Cuaca pantai yang dingin menusuk tulang. Meski dua lapis baju kupakai, tapi suasana tepi pantai di Sumur tetap saja membuatku berpikir, “Kemanakah petualangan ini selanjutnya?”
Benteng Pendem merupakan benteng pertahanan Belanda yang dibangun secara bertahap antara tahun 1840 sampai dengan 1877. Terdapat 14 barak, terowongan, ruang penjara, ruang amunisi, benteng pengintai, gudang senjata dan ruang penting lain untuk pertahanan yang dikelilingi oleh pagar dan parit.