Aroma sate dan kretek menyengat. Asapnya
meliuk-liuk menyatu di udara dengan hingar-
bingar musik dangdut. Polisi Belanda yang lalu-
lalang berpatroli hari itu tak hirau.
Sekitar 30 anggota FPI mengobrak-abrik sebuah warung Coto Makassar di Jl AP Pettarani, Makassar. Mereka gusar warung coto ini tetap buka siang hari saat bulan puasa.
Pastinya, hasrat untuk mencicipi beragam makanan khas Makassar menjadi suatu hal yang tidak bisa dibendung (bahkan sejak pertama kali menginjakkan kaki di bandara, hehe..).
Pastinya, hasrat untuk mencicipi beragam makanan khas Makassar menjadi suatu hal yang tidak bisa dibendung (bahkan sejak pertama kali menginjakkan kaki di bandara, hehe..).
Resto sederhana yang satu ini tak pernah sepi saat menjelang makan siang. Iga bakarnya empuk dan selalu jadi pilihan, plus sop saudara yang disajikan komplet bersama ketupat atau buras. Es pisang ijo dan es pallu butung yang segar pun jadi penutup yang sempurna.