Stevan Meat Shop menghadirkan konsep unik, yaitu toko daging yang merangkap sebagai restoran. Pengunjung memilih sendiri daging dan jenis makanan yang diinginkan. Dibuat steak atau nasi goreng? Hmm... kenapa tidak!
Badai menjebak kami di Karimun Jawa hingga hampir 2 minggu, dengan keterbatasan biaya kami menemukan pengalaman lain di pulau tersebut. Karimun Jawa memberikan pengalaman hidup yang paling berharga bagi kami berempat.
Cassis dalam bahasa Prancis berarti buah murbei. Restoran yang jadi buah bibir ini menyediakan berbagai menu yang dijamin memanjakan lidah. Ada Wagyu Entrecote, les escargots, foie gras yang populer dan mak nyuss!
Kuah kekuningan racikan soto ayam ini beraroma wangi rempah yang gurih enak. Rasa kaldu yang kuat dan irisan telur bebek rebus yang kenyal-kenyal gurih membuat soto ini makin sempurna sebagai soto Banjar!
Si kecil menolak nasi? Jangan panik. Cobalah sup komplet ini. Jagungnya menjadi pengganti nasi, masih dilengkapi pula dengan wortel dan bola-bola ayam yang empuk dan enak. Sajian komplet ini cukup untuk makan siang atau makan malamnya.
Sajian favorit Katjapiring yakni Asem-asem iga tersaji di atas hot pot. Kesegaran kuah dari olahan bumbu dasar yang ditambah tomat cery serta cabe rawit, menyempurnakan kuah kaldu sapi yang gurih.
Salah satu kekayaan budaya lokal adalah budaya Cina peranakan. Dalam promosi 'Rising Dragon' di hotel ini, hidangan dan budaya Cina peranakan di Indonesia digelar lengkap. Para tamu akan dibawa ke suasana meriah menyambut imlek.
Pecak gurame racikan Haji Muhayar ini memang patut diacungi jempol. Guramenya digoreng kering lalu diguyur saus yang rasanya asam pedas. Belum lagi sambal dadak yang pedesnya nonjok, makin membuat kalap makan siang a la Betawi kali ini!
Sedang lapar berat? Mampirlah resto ini. Tinggal tunjuk dan sebut ingin lauk apa. Semuanya disajikan hangat mengepul. Gulai kepala ikan, daging masak petai, garo bunga pepaya, keripik kentang atau udang bakar? Semuanya sedap disuap dengan nasi hangat. Yuk, mari!