Di sini, martabaknya legit padat. Dari adonannya yang tebal, tercium wangi olesan margarin yang semerbak. Topping cokelat plus irisan pisang uli yang wangi diberikan melimpah. Wah, benar-benar bikin ketagihan!
Suasana sebuah dermaga di Auckland, Selandia Baru, malam itu sepi. Namun, sebuah bar dan restoran di sana tampak hidup. Lampu-lampu ungu dan merah menampakkan siluet orang-orang bersantap, sebagian sibuk berlalu lalang. Pada kanopinya yang putih tertulis: Euro.
Kepopuleran hidangan ayam tak pernah surut. Apalagi kalau ayamnya dimasak hingga tulangnya lunak. Dagingnya empuk gurih hingga ke bagian tulangnya. Sepotong ayam goreng inipun siap dikoyak cukup dengan jari saja.
Sebuah penelitian menemukan jawaban mengapa emosi sedih memicu konsumsi makanan berlemak berlebihan. Studi terbaru menyatakan emosi sedih yang bersifat sementara bisa menurunkan secara signifikan kemampuan tubuh untuk peka terhadap kandungan lemak dalam makanan.
Perempuan tentu sering mengalami masa-masa emosional dalam hidupnya seperti sakit hati dan rasa sedih. Saat mengalami kondisi ini, mereka cenderung melampiaskan ke makanan dengan lemak tinggi seperti es krim. Menurut studi, hal ini wajar. Mengapa demikian?
Pempeknya kenyal, dengan rasa ikan tenggiri yang enak dan gurih. Diberi taburan ebi halus dan juga irisan kecil mentimun. Kemudian disiram dengan cuka atau kuah hitam bercita rasa manis pedas. Wah, asyiknya menyantap pempek di warung ini!
Acar mentimun tak hanya terkenal di Asia. Prancis juga punya acar timun. Rasanya asam-asam segar dengan tekstur empuk. Karena ukuran kecil, mentimun ini tak perlu dipotong-potong lagi.
Makanan berlemak memang bisa menyebabkan gemuk, tetapi bukan berarti makanan yang rendah lemak aman dikonsumsi begitu saja. Beberapa jenis makanan rendah lemah tetap mudah menyebabkan gemuk, sehingga tidak cocok untuk program diet.