Kepala Basarnas Marsdya FHB Soelistyo menyampaikan di hari ketujuh ini Basarnas dan tim pencari telah menemukan 4 bagian besar dari AirAsia QZ8501. Esok pagi akan dilakukan kembali pencarian black box dan korban. Dia optimistis menuai hasil bagus karena cuaca bersahabat.
Selama ini, pencarian pesawat AirAsia QZ8501 dan evakuasi penumpang sempat terkendala cuaca. Ombak cukup tinggi, antara 3-4 meter. Minggu (4/1) besok, cuaca lebih bersahabat. Basarnas berharap pencarian lebih mudah.
Sebanyak 12 kru dari Pesawat Beriev Be-200 milik Rusia sudah tiba di posko gabungan, Lanud Iskandar, Pangkalan Bun. Tim Rusia akan mulai bergerak besok bergabung di KN Bima sakti.
Memasuki hari ketujuh, fokus tim pencari pesawat AirAsia QZ8501 masih pada evakuasi korban. Jumlahnya kini sudah memasuki angka 30 jenazah. Puing-puing pesawat pun semakin banyak ditemukan. Bagaimana perkembangannya?
Pesawat Beriev Be-200 milik Rusia hanya 1 jam di Landasan Udara Iskandar, Pangkalan Bun. Pesawat yang bisa mendarat di laut itu kembali lagi ke Halim Perdanakusuma. Sementara tim rescue bergabung di posko untuk mencari black box.
AirAsia tujuan Surabaya-Singapura dibekukan izinnya sementara, dikarenakan penerbangan di hari Minggu ternyata tak pernah diizinkan Kemenhub. Komisi V DPR RI akan memanggil Kemenhub.
TNI Angkatan Laut mengerahkan besar-besaran armada tempurnya untuk mencari dan mengevakuasi jenazah serta puing dan barang di pesawat AirAsia QZ8501. Salah satunya yang dikerahkan adalah pesawat CN-235.
Bantuan untuk pencarian dan evakuasi terhadap korban AirAsia QZ 8501 yang jatuh di Selat Karimata Minggu lalu terus berdatangan dari negara tetangga. Tak terkecuali dari dua negara besar nan 'digdaya' Amerika Serikat dan Rusia.
Hingga pencarian hari ketujuh, jenazah pilot dan co-pilot AirAsia QZ8501 masih belum ditemukan oleh Basarnas dan tim pencari. Kemungkinan besar kondisi jenazah sudah rusak. Masih mungkinkah dilakukan autopsi?