Dua jenazah penumpang AirAsia QZ8501 yang berhasil ditemukan saat ini masih berada di KRI Banda Aceh. Jenazah tersebut akan dibawa menggunakan helikopter ke Pangkalan Bun.
Evakuasi korban pesawat AirAsia QZ8501 sangat terkendala oleh cuaca. Kuatnya angin, tingginya gelombang serta derasnya ombak adalah rintangan utama dalam evakuasi korban yang kini telah tersebar di Selat Karimata dan Laut Jawa itu.
Kapal-kapal milik TNI dan Malaysia berhasil mengevakuasi jenazah korban kecelakaan AirAsia QZ8501 dari Laut Jawa. Proses evakuasi tak mudah, karena kapal-kapal tersebut harus menaklukkan ombak besar di tengah laut.
Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) melakukan penyisiran menggunakan kapal KN224 di Selat Karimata, tempat titik penemuan serpihan AirAsia QZ8501. Saat penyisiran, benda pertama yang terlihat adalah balon berbentuk hati.
Tim Search and Rescue gabungan berhasil menemukan mayat yang diduga korban Pesawat AirAsia yang hilang kontak. Sejumlah barang dan serpihan dibawa ke posko di Landasan Udara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, yang kini ditetapkan menjadi pusat logistik dan armada.
Kapal Navigasi (KN) 224 milik Basarnas akan menyisir Teluk Kumai di Kalimantan Tengah untuk melanjutkan pencarian Airasia QZ8501 yang hilang. Namun karena cuaca buruk keberangkatan ditunda, kapal saat ini masih berada di tengah Laut Manggar, Belitung Timur.
Kepulauan Karimunjawa yang cantik sungguh menarik hati para traveler untuk berkunjung ke sana. Keindahan pantai dan alam bawah lautnya seakan tidak habis untuk dibahas. Tiga hari liburan pun rasanya tidak cukup.
Traveler pasti tahu peristiwa Titanic, yakni tenggelamnya kapal pesiar mewah karena menabrak gunung es di perairan Samudera Atlantik dan lebih dari 1.500 orang. Rupanya, peristiwa itu juga jadi pelajaran untuk kapal-kapal Pelni.
Berbagai aneka makanan dan minuman terjaja lengkap saat Anda berlayar naik kapal laut. Tapi tahukah Anda, ada suatu air yang dianggap paling mahal dan paling penting di dalamnya. Apa itu?