Presiden AS Barack Obama akan menerima kedatangan Raja Arab Saudi, Raja Abdullah di Gedung Putih. Dalam pertemuan itu akan dibahas proses perdamaian Timur Tengah, masalah Afghanistan dan sanksi baru terhadap Iran terkait program nuklirnya.
Pasca serangan roket yang berasal dari arah Lebanon Selatan ke Israel, pengamanan terhadap personel pasukan PBB di Lebanon (UNIFIL) diperketat. Pasukan Unifil harus memakai helm dan rompi antipeluru.
Serangan Israel ke Jalur Gaza terus menuai kecaman. AS tak bergeming terhadap aksi militer yang menewaskan sedikitnya 800 orang ini. Palestina pun tak berharap banyak pada Barack Obama. Mengapa?
Militer Israel menggencarkan serangan di Gaza selatan. Tank-tank tempur Israel dikerahkan ke wilayah tersebut. Jet-jet tempur membombardir terowongan-terowongan di Kota Rafah di perbatasan Mesir.
Presiden AS George W Bush diberitakan telah memberikan persetujuan kepada Israel untuk memulai persiapan serangan militer guna menghancurkan fasilitas nuklir Iran.
Rumor mengenai rencana serangan Israel ke fasilitas nuklir Iran berhembus kencang. Bahkan Israel diprediksi akan menyerang Iran sebelum pelantikan presiden baru AS pada Januari 2009.
Kepala IAEA mengingatkan agar tidak melancarkan serangan ke Iran dikarenakan program nuklirnya. Dikatakannya, serangan itu justru akan mengubah wilayah Timur Tengah menjadi bola api.
Israel menggelar latihan militer besar-besaran bulan ini. Latihan itu, menurut pejabat AS, sebagai persiapan untuk kemungkinan serangan bom terhadap fasilitas nuklir Iran.