PBB mengatakan setidaknya 38 orang meninggal di Myanmar, Rabu (3/3), menandai hari paling mematikan sejak aksi protes besaran-besaran menentang kudeta militer.
Para demonstran anti-kudeta kembali turun ke jalan, sehari setelah PBB mengatakan 38 orang meninggal akibat tindakan aparat keamaman, hari paling berdarah.
Ketua MPR Bambang Soesatyo apresiasi kinerja Polres Cianjur atas keberhasilannya mengamankan pelaku tindak kekerasan dan penodongan menggunakan pistol airgun.
Menlu Indonesia Retno Marsudi meminta Myanmar untuk "membuka pintu" bagi ASEAN dalam upaya mencari penyelesaian situasi di negara itu "yang mengkhawatirkan".