Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dikarenakan dampak positif realisasi APBN 2018.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih terlalu 'murah' atau undervalue.