Sebanyak 18 tahanan Polres Ogan Komring Ulu melarikan diri saat insiden penyerangan yang dilakukan aparat TNI ke Markas Polres, Kamis kemarin. Polisi imbau tahanan untuk menyerahkan diri dan janji memperlakukan dengan baik.
Pemakaman warga Gresik yang diserang Aremania karena beratribut Bonek bonek diwarnai tangis histeris. Saat jenazah Muhammad Erik Setyawan diantar ke pemakaman, Sumia, ibunda Erik pingsan.
Pihak TNI siap membantu aparat kepolisian untuk mengembalikan tahanan Polres OKU yang kabur terkait peristiwa penyerangan kemarin pagi. TNI juga sudah berkordinasi dengan Polri untuk menciptakan situasi kondusif hari ini.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan pimpinan TNI dan Kepolisian RI menindak tegas oknum TNI yang membakar markas Polres Ogan Komering Ulu. Pimpinan kedua institusi diminta berkoordinasi."Pangdam dan Kapolda segera turun tangan langsung mengatasi situasi," kata Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, di Budapest, Hungaria, kemarin.
Hingga Pukul 22.50 Wib, Tol Banyu Urip ke arah Dupak maupun Satelit masih ditutup untuk menghidari bentrok antar suporter. Imbas dari penutupan itu, penumpukan kendaraan tak bisa dibendung.
Suporter Persebaya menyanyangkan tawuran antara warga kawasan Simo dengan suporter Arema yang melintas di jalan tol. Bonek pun mendesak polisi tidak tebang pilih, dan menangkap Aremania yang membawa senjata tajam dan menyerang warga.
Polisi telah menetapkan Tjin Ton Khim (56), kakek yang menusuk cucunya sendiri hingga kritis di Pademangan, Minggu (3/3). Petugas akan melakukan pengecekan kondisi kejiwaan Tjin.