Balai Karantina Sumbar memusnahkan sejumlah komoditas tanpa dokumen seberat 168,7 Kg yang dibawa penumpang melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Presiden sementara Korea Selatan Choi Sang-mok memerintahkan otoritas pemerintah terkait untuk melakukan upaya maksimal untuk operasi penyelamatan korban.
Para peretas yang diduga bekerja untuk rezim Korea Utara berhasil menguangkan setidaknya US$300 juta (sekitar Rp4,9 triliun) dari hasil perampokan kripto.