Bocornya dokumen-dokumen perang Irak yang dimuat WikiLeaks dimanfaatkan oleh media pemerintah china untuk menyerang pemerintah Amerika Serikat (AS). Dicetuskan bahwa kebocoran itu telah merusak kredibilitas AS sebagai pelindung HAM.
Militer AS memegang kendali keamanan semasa pendudukan di Irak. Tapi mereka justru membiarkan saja aksi penyiksaan dan kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan Irak terhadap tahanan perang.
Berulang kali YouTube dijadikan sarana pengguna internet untuk menunjukan tingkah laku aparat yang menyeleweng. Mulai dari tentara Israel, Amerika, hingga Indonesia pernah tampil di situs berbagi video terbesar itu.
Dari jauh, Meksiko mirip Irak. Bom mobil meledak hampir setiap hari. Dari sisi politisi korup, kondisi negeri itu juga tak lebih baik dari Indonesia. Tapi, jika dilihat dari dekat, ada yang membedakan Meksiko. Apa itu?
Jika dilihat lebih mendalam maka jelaslah bahwa isu terorisme hanyalah merupakan alat politik AS untuk melanggengkan sebagai negara adikuasa. AS sangat berambisi untuk mengatur seluruh dunia berdasarkan kepentingannya.
SBY mengutip pendapat Joseph E Stiglitz dalam buku The Three Trililion Dollar Bill biaya dan kegiatan perang yang dilakukan Amerika Serikat di Irak mencapai 3 trilliun US$. Nilai itu menurut SBY mencapai 27 kali APBN Indonesia.