Pangkal masalahnya berawal dari pernyataan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang akan mendeportasi warga Israel jika ditemukan tanggal di negaranya.
Pemerintah Indonesia buka suara terkait laporan Amerika Serikat (AS) yang menuding Indonesia membantu China menghindari tarif melalui praktik transhipment.
Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa pangkalan militer Inggris yang digunakan oleh AS untuk menyerang target-target Iran akan menjadi "target yang sah".
Aksi tim aerobatik Angkatan Laut AS menuai kritikan setelah salah satu jet tempur terbang terlalu rendah di atas kerumunan orang yang bersantai di Florida.
Departemen Luar Negeri AS memanggil Dubes Malaysia untuk AS, Muhammad Shahrul Ikram Yaakob, untuk meminta penjelasan atas sikap Kuala Lumpur terkait Israel.