"Saat kami wawancara 50 pengungsi itu, kami dengar hari itu ada yang bunuh diri. Kasihan. Paling tidak kegiatan ini mereka terhindar dari pikiran negatif"
Karena tak boleh kerja menghasilkan uang, para pengungsi menghabiskan waktu menunggu santunan di Kalideres. UNHCR berharap RI memberi mereka izin cari pemasukan
Wajah-wajah para pengungsi dari Afganistan di Kalideres, Jakarta Barat menyimpan cerita horor kemanusiaan. Mereka diburu Taliban hanya karena perbedaan etnis.
Para pengungsi dari sejumlah negara nongkrong sepanjang hari di trotoar Kalideres, bukan karena mereka malas, tapi mereka memang tak diperbolehkan bekerja.
Satu setengah tahun berlalu sejak publik ramai membicarakan pengungsi yang telantar di luar Rudenim Jakarta. Ternyata para pengungsi masih saja ada di lokasi.
Menkumham Yasonna Laoly mengatakan penanganan pencari suaka dari berbagai negara di depan Rudenim Kalideres, Jakarat Barat harus melibatkan pemerintah daerah.