Pemimpin kelompok Hamas, Ismail Haniyeh, menyebut rencana apa pun untuk masa depan Jalur Gaza, yang tidak melibatkan kelompoknya hanya akan menjadi 'khayalan'.
Rusia menyebut voting ini "salah satu hari paling kelam" dan menuduh AS menjatuhkan "hukuman mati bagi puluhan ribu warga sipil di Palestina dan Israel."