Kimia Farma mencatat kerugian Rp 126,44 miliar di kuartal I 2025, turun 11% dari tahun lalu. Perusahaan fokus pada efisiensi dan inovasi untuk pertumbuhan.
PT Kimia Farma mencatat penurunan rugi bersih menjadi Rp 1,05 triliun di 2024 berkat transformasi bisnis dan efisiensi. Optimis pertumbuhan berlanjut di 2025.
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) memberikan fasilitas kredit modal kerja ekspor Rp 300 miliar kepada PT Bio Farma (Persero).