Selain enak, susu dan kue dinilai bergizi tinggi, hingga pada akhirnya seorang dokter menemukan ada kondisi aneh yang dipicu oleh konsumsi kedua makanan 'sehat' tersebut.
Konsumsi cairan bernutrisi sama pentingnya dengan makanan bernutrisi. Terutama saat berpuasa. Seperti sumber protein nabati berupa susu kedelai. Susu ini memberi sejumlah nutrisi penting dan menjaga tubuh terhidrasi.
Kurangnya asupan cairan saat berpuasa berisiko memicu dehidrasi. Namun dengan pilihan makan yang tepat, hidrasi atau kecukupan cairan tubuh bisa dijaga sepanjang hari. Makanan apa yang bisa menjaga cairan tubuh tidak cepat habis?
Santap sahur tak boleh dilewatkan karena merupakan pengganti makan sarapan. Karena itu harus mengonsumsi makanan bernutrisi agar energi tetap terpenuhi. Menu dengan bahan sederhana juga bisa bernutrisi.
Berbuka puasa atau iftar adalah waktunya untuk mengisi energi. Sebagai pembatal bisa makan dua buah kurma, kemudian disusul dengan konsumsi makanan dari kelompok makanan utama. Jika rutin dikonsumsi, tubuhpun akan jadi lebih bugar.
Kebutuhan akan nutrisi di bulan puasa harus tetap terpenuhi. Termasuk vitamin, mineral, zat besi, protein, lemak dan serat. Semuanya banyak terkandung di dalam makanan. Seperti lauk hewani, nabati, sayuran dan buah.
Sembelit atau susah BAB (buang air besar) memang bukan masalah besar, tapi gangguan ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut. Biang keladinya bisa dari makanan yang Anda konsumsi.
Menjaga asupan makanan amat penting agar ibadah puasa dapat dilalui dengan lancar. Salah satu cara menyiasatinya adalah dengan memilih karbohidrat yang tepat saat berbuka dan makan sahur.