Erupsi Gunung Sinabung di Karo jadi duka mendalam bagi Indonesia. Sekitar 30.000 warga di sana terpaksa mengungsi. Namun di lain sisi, dunia pariwisata masih beruntung karena tidak terganggu dengan musibah ini.
Kementerian dan lembaga mulai merealisasikan intruksi presiden agar membantu korban erupsi letusan Gunung Sinabung, di Karo, Sumatera Utara. Kementerian Agama telah menyiapkan dana Rp 3,6 miliar.
Hingga hari ini, aktivitas erupsi di puncak Gunung Sinabung masih tinggi. Karena itu Basarnas hingga saat ini belum melanjutkan evakuasi terhadap korban erupsi gunung Sinabung.
Erupsi di Gunung Sinabung membuat para petani mengalami kerugian. Hujan abu dan deburan awan panas akibat erupsi membuat tanaman para petani mati total.
Sebagian desa di wilayah lereng Gunung Sinabung bagaikan kota mati. Bahkan ladang-ladang di sekitaran lereng mati akibat ditimpa panas dan hujan lumpur. Tapi siapa sangka, di sisi lain dari Gunung Sinabung masih ada ladang dan desa yang hijau.
Para pengungsi letusan Gunung Sinabung mulai jenuh karena harus tinggal di pengungsian selama berbulan-bulan. BNPB menggelar kegiatan padat karya untuk memberi penghasilan kepada mereka yang tak bisa bertani.
Bagi sebagian warga Karo, Gunung Sinabung rupanya mempunyai mitos tersendiri. Gunung yang kini sedang bererupsi tersebut disebut warga suka 'beraksi' pada akhir pekan tepatnya hari Sabtu dan Minggu.
Proses evakuasi jenazah akibat erupsi Gunung Sinabung rupanya tidak mudah. Para relawan harus berjibaku dengan abu yang panas hingga cuaca panas yang sangat menyengat kulit.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus mendapat laporan terkini soal kondisi pengungsi Sinabung. Presiden berpesan agar para pengungsi bisa bersabar untuk tidak pindah dari lokasi pengungsian.