Gatot dan Tiwul biasa kita nikmati di Jawa. Namun ternyata, saya juga menemukannya jauh di pelosok Kalimantan dengan penjualnya seorang bule Australia.
Konflik dr Terawan vs IDI makin melebar, bahkan memunculkan narasi 'cebong-kadrun'. Butuh mediasi agar tidak makin berlarut-larut. Tapi siapa yang bisa?