Buku mantan Presiden BJ Habibie "Detik-detik yang Menentukan" bisa menjadi bukti baru bagi Kejaksaan Agung untuk membuka kembali penyelidikan kasus pelanggaran HAM pada 1998.
Habibie membuat buku, Prabowo yang dipojokkan berjanji balas membuat buku. Kivlan Zen yang menuding Habibie disarankan membuat buku. Amien Rais tidak mau ketinggalan. Siapa untung?
Habibie masih menyimpan kejutan. Buku "Detik-detik yang Menentukan" karyanya yang sudah diterbitkan, ternyata hanya 70 persen dari seluruh catatan harian yang dibuatnya. Apa saja sisanya?
Sejak 1960-an, Widodo Soewardjo meninggalkan Indonesia menuju Rusia. Terpaksa, dia harus meninggalkan kekasihnya di Indonesia. Hingga kini, Widodo masih merindukan Widari.
Presiden SBY mampu melakukan konsolidasi yang kuat di dalam tubuh TNI. Karena itu. kudeta militer tidak akan terjadi di Indonesia dalam waktu sekarang ini.