Nilai tukar dolar AS melemah terhadap rupiah, berada di level Rp 16.200-an. Penguatan rupiah didorong pernyataan The Fed tentang pemangkasan suku bunga.
China dan AS menghadapi utang membengkak. China berupaya mengendalikan utang, sementara AS bergantung pada perpanjangan utang, meningkatkan risiko gagal bayar.
Kanada mengalami PHK massal, dengan puluhan ribu kehilangan pekerjaan dalam sebulan. Ekonomi terguncang, dan pengangguran diprediksi meningkat akibat tarif AS.