Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sidoarjo, Tommny Hindratno mengaku mendapat ancaman dari pihak tertentu terkait perkara restitusi pajak PT Bhakti Investama. Dirut Bhakti Investama Hary Tanoeseodibjo menyatakan tidak tahu menahu perihal ancaman yang didapatkan Tommy tersebut.
"Jadi diancam gitu? Kita nggak ada urusanlah. Kami dari awal kan jelas, sama sekali tidak terkait dengan kasus ini, apalagi ancam mengancam," tutur kuasa hukum Bhakti Investama, Andi Simangunsong.
Mantan Kasie Pelayanan dan Konsultasi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sidoarjo, Tommy Hindratno, menaku menerima ancaman terkait kasus dugaan kolusi pajak yang menjeratnya. Dia pun berencana memintakan perlindungan khusus ke LPSK.
Meski Direktur Utama PT Bhakti Investama, Hary Tanoesoedibjo, sudah datang ke KPK Jumat (15/6) kemarin, namun penyidik urung memeriksanya. Sebab memang tidak ada jadwal pemeriksaan Hary pada saat itu.
Meski digoyang kasus dugaan suap terkait perusahaannya PT Bhakti Investama, Hary Tanoesoedibjo makin yakin berpolitik. Hary mengatakan akan tetap berkonsentrasi di Partai NasDem.
Tim penyidik KPK menjadwal ulang pemeriksaan Direktur Utama PT Bhakti Investama Hary Tanoesoedibjo. Hary urung diperiksa karena hari ini penyidik tidak menjadwalkan pemeriksaannya.
Meski tidak dijadwalkan diperiksa, Direktur Utama PT Bhakti Investama Hary Tanoesoedibjo akan datang ke KPK siang ini. Hary datang setelah absen dari pemanggilan pertama sebagai saksi perkara dugaan suap terkait restitusi pajak Bhakti Investama.