Lalu lintas yang sangat sering macet di Jakarta membuat banyak orang terlambat berbuka puasa. Bila Anda sedang mengarah ke Bogor dan mengalami hal tersebut, ada satu tempat yang dapat saya sarankan untuk berbuka puasa. Keluar di pintu exit km 14.
Udang galah beroles bumbu kuning ini rasanya gurih garing dengan aroma bawang dan kunyit yang tajam. Rasa yang garing dengan aroma gosong yang wangi membuatnya makin menantang untuk dicicipi. Dicocol dengan sambal kecap plus yang pedas manis, hasilnya sungguh dahsyat! Mampir yuk!
Cafe Wayan adalah salah satu tempat makan populer yang pertama di kawasan Ubud. Di cafe ini lahir masakan Crispy Duck dan Laka-Leke yang populer. Senyum manis pemiliknya membuat sajiannya terasa makin nikmat.
Kolaborasi 3 restoran yang berada dalam satu area ini memang sedikit unik. Ada menu Hong Kong, Jepang, dan Eropa yang bisa memuaskan beragam selera. Tak heran kalau resto ini jadi salah satu favorit para pencinta kuliner.
Johan Cruyff, Socrates, dan Luis Cesar Menotti meratapi ketiadaan sepakbola indah di Piala Dunia 2010. Pesta di Afrika Selatan melahirkan beberapa drama termasuk dari seekor gurita, tapi tetap minus keindahan.
Satu lagi restoran yang mengedepankan citarasa Peranakan - fusion Tionghoa-Melayu. Restoran ini dikelola oleh Penang Bistro yang sudah lebih dulu punya nama di Jakarta. Dilihat dari tempat maupun penataan dekorasinya, jelas sekali Seribu Rasa diposisikan sebagai restoran fine dining. Tempatnya chic, sekalipun masih dalam batas casual.
Dulu, di seberang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ada sebuah rumah makan mungil apik yang khusus menyajikan masakan Makasar. Namanya: Bawakaraeng. Sayangnya, rumah makan itu sudah lama tutup. Padahal, untuk kawasan Kemang, agaknya tampilan resto kelas menengah yang menampilkan kuliner daerah seperti itu adalah sangat tepat.
Ikan kerapu tim asam pedas selalu menjadi favorit saya. Tidak tertinggal jejak amis sama sekali, daging ikannya firm, menandakan kesegaran ikannya. Kuah encernya yang asam-pedas-gurih merupakan "sup" istimewa. Saking lezatnya, saya selalu minta ekstra kuah. Mak nyuss!
Ikan patin bakar menebarkan aroma harum yang dahsyat. Dibakar sampai kering namun dagingnya tetap gurih dan lembut. Dicocol dengan sambal kecap plus lalapan bikin lidah tak mau berhenti bergoyang. Nyam..nyam!