detikNews Mega: Saya Ini Memang Aneh "Saya ini memang aneh." Pengakuan jujur yang unik ini tak tanggung-tanggung diungkapkan oleh Megawati Soekarnoputri. Kenapa? Selasa, 09 Mei 2006 16:53 WIB
detikFinance Standard Chartered Akan Tambah Saham di Bank Permata Salah satu bank terkemuka asal Inggris, Standard Chatered Bank (SCB) berencana menambah kepemilikan sahamnya di PT Bank Permata Tbk. Selasa, 09 Mei 2006 14:30 WIB
detikFinance Bursa Efek London Ajak Listing Perusahaan RI London Stock Exchange (LSE) mengajak perusahaan asal Indonesia untuk mencatatkan sahamnya (listing) di negeri Ratu Elizabeth tersebut. Selasa, 09 Mei 2006 13:18 WIB
detikFinance IMF Tidak Akan Kenakan Penalti IMF menyerahkan soal percepatan pelunasan utang kepada pemerintah RI. Yang pasti, IMF takkan mengenakan penalti jika RI mempercepat pembayaran utang. Selasa, 09 Mei 2006 13:10 WIB
detikFinance Sinivasan Janji Akan Kooperatif Obligor BLBI dari Bank Putera Multikarsa, Marimutu Sinivasan berjanji akan kooperatif. Namun sayang, saat membuat perhitungan jumlah utang, Sinivasan tak nongol. Senin, 08 Mei 2006 16:56 WIB
detikFinance Bappenas Kaji 3 Skenario Pinjaman LN RI Bappenas tengah mengkaji tiga skenario pinjaman utang luar negeri Indonesia. Satu skenario menyebutkan rasio utang bisa mencapai 35-36 persen PDB. Senin, 08 Mei 2006 16:38 WIB
detikFinance 22% Lahan Irigasi Rusak Sebanyak 1,5 juta hektar lahan irigasi mengalami kerusakan. Angka itu berarti 22 persen dari 6,7 juta hektar lahan beririgasi. Senin, 08 Mei 2006 13:45 WIB
detikFinance RI, Qatar dan Kuwait Akan Bentuk Investment Fund Guna menampung aliran dana-dana dari negara Timur Tengah, Indonesia bersama Qatar dan Kuwait akan membentuk Investment Fund bersama. Jumat, 05 Mei 2006 15:34 WIB
detikFinance Lidya Mochtar Akan Bayar Utang BLBI Pakai Near Cash Pengemplang BLBI dari Bank Tamara, Lidya Mochtar, mendatangi Gedung Depkeu. Namun ia hanya diwakilkan pengacaranya karena sedang di Singapura. Kabur? Jumat, 05 Mei 2006 11:38 WIB
detikFinance Gas Pengganti Minyak Tanah Hemat Rp 30 Triliun Pemerintah bisa menghemat biaya subsidi hingga Rp 30 triliun, jika konversi minyak tanah ke bahan bakar gas (BBG) alternatif direalisasikan. Kamis, 04 Mei 2006 16:13 WIB