Jatah atau kuota BBM subsidi yang dianggarkan 46 juta kiloliter (KL) di tahun ini ternyata tidak cukup. Pemerintah akan meminta tambahan jatah sekitar 2,5 juta KL lagi.
Rencana pemerintah memberikan kompensasi berupa bantuan langsung tunai (BLT) yang namanya adalah bantuan langsung sementara (BLSM) dinilai tidak efektif untuk rakyat miskin.
Pemerintah mem-warning harga bahan bakar minyak (BBM) akan naik. Organisasi Angkutan Darat (Organda) sudah siap-siap. Organda DKI Jakarta memprediksi tarif angkutan naik sekitar 20%.