Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hampir mendekati level Rp 12.000 per dolar AS. Pengamat ekonomi Faisal Basri menilai, salah satu penyebabnya adalah kebijakan pelarangan ekspor produk tambang mentah.
Menteri Keuangan Chatib Basri masih yakin bahwa pelemahan rupiah hanya bersifat sementara. Dia optimistis rupiah dapat menguat terutama karena perbaikan ekspor.
Nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan. Dari dalam negeri, salah satu faktor yang menyebabkannya adalah ketidakpastian politik terkait persaingan menuju kursi presiden.
Proses politik seperti pilpres memang sulit ditebak sehingga kepastian pergerakan rupiah pun sulit diprediksi. Namun, wajar jika pergerakan mata uang dalam pesta demokrasi bergerak fluktuatif bahkan cenderung melemah.