"Prinsipnya tidak mau terjadi main hakim sendiri, tapi ini terjadi karena ada kekosongan yang terjadi, pemerintah tidak tegas," kata Guntur Fattahillah, anggota Tim Pengacara Muslim.
Kapolda Jabar Irjen Pol Suhardi Alius mengajak ormas Islam bersikap santun dan jangan anarkis dalam menghadapi suatu permasalahan. Pihak kepolisian di Jabar pun tak pandang bulu menindak tegas.
"Kalau memang itu bersangkutan dengan masalah hukum, itu harus diproses. Tapi kalau menyangkut organisasi, itu kan kewenangan dari Kabupaten/Kota yang bersangkutan," kata Mendagri Gamawan Fauzi.
Kericuhan yang terjadi antara FPI dengan warga Kendal membuat Presiden SBY turut berkomentar. Peristiwa ini bermula dari FPI yang melakukan sweeping (razia) terhadap tempat yang diduga prostitusi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengomentari bentrokan antara Front Pembela Islam (FPI) dan masyarakat yang terjadi di Jawa Tengah, 18 Juli kemarin. SBY menegaskan tidak akan memberikan toleransi apapun soal kekerasan tersebut.