Tragedi Situ Gintung semestinya menjadi pelajaran. Tapi ternyata kondisi situ di sekitar Jakarta sangat memprihatinkan. Situ Sasak Tinggi Pamulang, misalnya hanya ditanggul dengan patokan bambu.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) angkat bicara soal tragedi Situ Gintung di Tangerang. LIPI mengatakan tragedi terjadi karena tidak ada monitoring dan perawatan terhadap tanggul.
Tanggul Situ Gintung terlanjur jebol. Tanggul itu semula dibangun untuk mengatur dan mengendalikan aliran air yang masuk ke Jakarta agar tidak terjadi banjir. Perlukah Situ Gintung diperbaiki?
Jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang, Banten yang menewaskan ratusan orang sebenarnya bisa dicegah. Hal itu bisa terjadi asalkan ada monitoring dan perawatan rutin terhadap tanggul.
Situ Gintung kembali kedatangan tamu. Kali ini Ketum PBNU Hasyim Muzadi yang datang berkunjung. Bertemu dengan pengungsi, mantan cawapres Megawati 2004 ini berencana menggelar zikir bersama.
Pemerintah menargetkan untuk selesai memperbaiki tanggul Situ Gintung, Tangerang, Banten, pada Oktober 2009. Biaya perbaikan tanggul jebol yang menewaskan hampir 100 orang itu dianggarkan Rp 200-300 miliar.
Demikian kata-kata terakhir yang didengar Gunawan (55) dari Suparni (53). Beberapa detik kemudian maut memisahkan pasangan suami-istri tersebut. Sang istri dengan cepat tergulung arus kuat air bah yang menjebol tanggul Situ Gintung, Tangerang Selatan.
Pemprov Banten menolak disalahkan atas jebolnya tanggul Situ Gintung. Gubernur Banten Ratu Atut bahkan menyangkal bila ada kerusakan pada tanggul tersebut.
Tim SAR gabungan masih menyisir sungai Pesanggrahan untuk mencari korban jebolnya tanggul Situ Gintung. Sesosok mayat perempuan kembali ditemukan, diduga korban tewas ke-99.