Bursa Indonesia hari ini diperkirakan dapat melanjutkan penguatannya akibat mulai meningkatnya minat beli pada akhir sesi kemarin didukung oleh positifnya pasar regional.
Pelanggaran kedaulatan Ukraina oleh Rusia dianggap memiliki implikasi terhadap global. Hal ini dianggap seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) telah menghambat kemampuan mengembangkan kawasan Asia-Pasifik.
Ukraina dalam keadaan genting. Bahkan negeri itu bisa jatuh ke dalam kekacauan dan perang sipil jika pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 25 Mei mendatang tidak jadi digelar.
Krisis Ukraina kian memanas. Perdana Menteri (PM) Kanada Stephen Harper bahkan menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin tengah melancarkan invasi "gerak lambat" di Ukraina.
Polisi Ukraina membebaskan lebih dari 60 orang separatis pro-Rusia yang ditahan menyusul kerusuhan pada Jumat (2/5) lalu. Sebelumnya, ratusan pemrotes pro-Rusia mengepung markas polisi, menghancurkan jendela dan pintu bangunan tersebut.
Amerika Serikat (AS) dan Jerman mengirimkan peringatan kepada Rusia, akan ada sanksi ekonomi keras, bila Rusia mengganggu pemilu Ukraina yang akan berlangsung bulan ini.
Uni Eropa sudah menjatuhkan sanksi atas 15 individu, termasuk Wakil Perdana Menteri Dmitry Kozak, terkait dengan krisis Ukraina. Rusia mengecam sanksi Amerika Serikat dan tersebut dengan mengatakannya sebagai gaya 'Tirai Besi' AS.