Negosiasi aparat kepolisian dengan tokoh masyarakat Bima akhirnya membuahkan hasil. Setelah menunggu 48 jam, tadi sore polisi akhirnya bisa memasuki area Ponpes Umar Bin Khattab.
Tidak hanya MUI NTB yang mengaku tidak memiliki data soal Ponpes Umar Bin Khattab di Sanolo, Kecamatan Bolo, Bima. Kementerian Agama juga tidak memiliki data ponpes tersebut.
Polisi akhirnya bisa masuk ke dalam Pesantren Umar Bin Khattab, Bima, NTB. Polisi mengamankan sejumlah bom di dalam pesantren yang ditinggal pergi para penghuninya itu.
Polisi sebelumnya menangkap 13 orang terkait ledakan bom di Ponpes Umar Bin Khattab, Bima, NTB. Namun 5 orang yang merupakan keluarga dari Firdaus, korban ledakan bom di pesantren itu sudah dilepas.
Pihak kepolisian belum juga bisa memasuki area Pondok Pesantren Umar Bin Khattab di Kabupaten Bima, NTB untuk meyelidiki ledakan bom yang terjadi pada Senin (11/7). Polisi bisa menggunakan cara-cara persuasif lewat tetua-tetua adat setempat.
Ada dua santri Pesantren Umar Bin Khattab, Bima, NTB yang ditangkap polisi. Mereka membawa CPU komputer yang diduga berisi data penting terkait ledakan bom di pesantren itu.
Arus Paleeh ternyata menyajikan tantangan yang lebih berat ketimbang The Canyon. Arusnya yang liar siap menyeret Anda ke arah yang tak terduga. Namun tantangan alam ini bakal sepadan dengan pemandangan menakjubkan yang Anda dapatkan sebuah gerbang karang di dasar samudera