Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (Ditjen PPTR) berupaya meningkatkan pengawasan dan mengembangkan metode pemantauan terbaru.
Pakar kelautan Prof Wudianto mendorong budi daya tuna untuk atasi penurunan populasi dan dampak ekonomi positif bagi Indonesia. Teknologi dan riset diperlukan.
Kementerian ATR/BPN mencatat ada 99.099,27 hektare tanah telantar di 23 provinsi Indonesia. Mereka akan gunakan AI untuk pemantauan dan pengendalian efektif.