Satu-satunya obat untuk memperbaiki lembaga DPR saat ini adalah pembeberan secara terbuka nama-nama anggota pemeras dan diusut tuntas secara hukum. Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari kecewa berat terhadap Menneg BUMN Dahlan Iskan. Sebab, apa yang disampaikan Dahlan di Badan Kehormatan (BK) DPR jauh sekali dari ekspektasi sebelumnya."Bayangkan, statement dia itu hebohnya saja kayak geluduk dan halilintar, lengkap dengan kilat yang menyambar-nyambar. Dalam dua minggu ini Dahlan mengharu biru jagad perpolitikan Indonesia. Tapi yang dibawa dan disampaikan di BK DPR cuma segitu saja," ujar Hajriyanto dalam pesan singkatnya, Selasa (6/11).Kata Hajriyanto, Dahlan harus tahu bahwa kerusakan lembaga DPR sudah terjadi sebagai akibat penyebutannya ada banyak anggota DPR meminta jatah atau memeras BUMN. "Nah, jika nama-nama para pemeras itu tidak dibuka secara terang benderang, ya sangat merusak," ujarnya.Menurut Hajriyanto, satu-satunya obat untuk memperbaiki lembaga DPR saat ini adalah pembeberan secara terbuka nama-nama anggota pemeras dan diusut tuntas secara hukum. Jika dibiarkan menggantung seperti ini, proses merusak dan pembusukan itu akan terus berjalan. "Pak Dahlan harus mengerti apa akibatnya jika sampai DPR sebagai institusi terus mengalami delegitimasi dan pembusukan semacam ini. DPR akan kehilangan kepercayaan rakyat. Jika DPR tidak lagi dipercaya karena pembusukan atau decaying seperti ini maka yang akan terjadi nanti adalah parlemen jalanan. Tapi sebaliknya Dahlan akan menyelamatkan DPR jika dia membuka nama-nama itu," tegasnya.Menurut Hajriyanto, secara moral Dahlan Iskan masih berkewajiban membuka nama-nama anggota DPR yang disebutnya sebagai meminta jatah kepada BUMN itu. Sebab, Dahlan sudah menyebutkannya sebagai ada anggota DPR yang berbuat begitu, bahkan sudah menyebutnya secara numerikal, sekitar 10 orang anggota.Maka, kalau kemudian Dahlan tidak membukanya itu, menjadi tidak fair dan secara moral tidak bisa dipertanggungjawabkan. "Wong beliau sudah bilang ada anggota DPR yang 'memeras', bahkan menyebut jumlahnya, lha kok tidak mau menyebut orangnya," pungkasnya.Kemarin, setelah bertemu Badan Kehormatan (BK) DPR, Dahlan mengatakan, semangat dirinya adalah membersihkan atau mencegah BUMN dari upaya intervensi dan kongkalikong. "Jadi sebetulnya titik beratnya membenahi BUMN, bukan membenahi lembaga lain di luar BUMN karena saya menteri BUMN. Saya bukan lembaga atau aktivis yang tugasnya seperti itu. Saya tetap menteri BUMN yang sebaiknya saya konsentrasi membenahi BUMN," kata Dahlan.
Selasa, 06 Nov 2012 17:56 WIB