Menkominfo Rudiantara menegaskan, fokus yang tengah dihadapinya sebagai menteri baru urusan ICT bukan hanya mengurusi pemblokiran konten negatif seperti pornografi.
Menkominfo Rudiantara merespons kekhawatiran di balik sengkarut pemblokiran Vimeo. Ia menegaskan, tak akan membiarkan netizen ketiban pulung kebagian kerjaan jadi 'tukang cuci piring'.
Vimeo sebetulnya adalah layanan berbagi video yang tak secara khusus menyajikan konten pornografi. Sialnya, Vimeo terpaksa diblokir di Indonesia karena tak sesuai dengan etika dan hukum yang berlaku.
Langkah Menkominfo Rudiantara untuk mengajak netizen dalam menangani pemblokiran Vimeo patut diapresiasi. Namun asal jangan cuma jadi 'tukang cuci piring'. Maksudnya?
Berkaca pada pemblokiran situs berbagi video Vimeo, netizen meminta agar ke depannya Kementerian Kominfo untuk lebih selektif lagi dalam memblokir layanan internet.
Vimeo tampaknya agak berat bila harus memfilter semua video yang ada di layanannya, khususnya konten berbau pornografi. Bukan apa-apa, video yang wara-wiri di situsnya sudah terlalu banyak.
Menkominfo Rudiantara telah menunjuk perwakilan netizen untuk melanjutkan negosiasi pembukaan blokir Vimeo di Indonesia. Negosiasi ini terkait filter konten pornografi. Apa langkah yang ditempuh netizen?
Dari hasil diskusi melalui video conference pagi ini, Menkominfo Rudiantara telah memberikan restu untuk membuka blokir situs Vimeo. Namun untuk realisasinya, tergantung hasil negosiasi antara netizen dengan pihak Vimeo sendiri.
Menkominfo Rudiantara baru saja selesai membahas masalah pemblokiran Vimeo langsung dengan orang nomor satunya. Diskusi melalui video conference itu diakui positif hasilnya, meski blokir tidak langsung dibuka.