Ustad Novel juga buka suara mengenai kisruhnya tarif dakwah para dai menyusul pemberitaan tentang Ustad Solmed yang batal mengisi tausiah di Hong Kong. Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta itu mengatakan, sebenarnya wajar bila ada tarif di kalangan para dai.
Twitwar bak sudah menjadi bumbu penyedap di Twitter. Banyak isu diperdebatkan di twitwar, tentu yang paling panas adalah soal politik. Terlebih di tahun politik sekarang ini yang menuju Pemilu 2014. Kondisinya makin panas saja.
Sejumlah kontroversi menyelimuti W.R. Supratman. Soal tanah kelahiran misalnya, sampai dua kali dibawa ke Pengadilan Purworejo. Sempat disebut lahir di Jatinegara, tapi itu untuk gengsi-gengsian saja.
Buntut bentrokan antara warga dengan massa mengatasnamakan FPI Senin (12/8) lalu, suasana Lamongan kembali memanas. Polres Lamongan kembali menangkap 10 warga diduga melakukan pengrusakan rumah pengikut FPI.
Bentrok antara warga dan FPI di Lamongan dipicu insiden saling ejek. Peristiwa itu terjadi pada malam takbiran lalu. Pemicu bentrokan, Zaenuri alias Zen yang masih dicari polisi.
42 Pelaku bentrok FPI dan warga di Lamongan sudah ditetapkan menjadi tersangka. Begitu pula, 5 dari 9 warga yang juga ikut diamankan, telah berstatus tersangka.
Ditjen Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri tidak mencatat FPI Lamongan sebagai ormas yang terdaftar. DPP FPI diminta untuk menggugat FPI Lamongan.
Polda Jatim mengambil alih proses penyidikan 42 pelaku bentrok dan 9 warga di Lamongan. Meski tak menyebut ormas Front Pembela Islam (FPI), polisi menetapkan 42 pelaku tersebut menjadi tersangka.
Pasca penangkapan puluhan massa FPI dan warga di Lamongan, sejumlah pria bersorban mendatangi Polda Jatim. Enam pria yang mengaku berasal dari Aliansi Solidaritas Untuk Muslim (Asoum) meminta audiensi.