Rumah makan di pinggiran Banda Aceh ini membanggakan tradisi kuliner Aceh Rayeuk (Aceh Raya). Salah satu ikon kuliner kebanggaan mereka adalah eungkot keu-eung. Kira-kira seperti apa ya sajian ini?
Nasi campur khas pulau dewata ini sangat legendaris. Lauknya beragam, dari jukut urap, suwir ayam, ikan tuna pedas plus kerupuk kulit ayam. Sengatan pedasnya makin terasa nikmat saat nasi disuap dengan tangan. Hmm... dangerously delicious!
Ikan patin yang berdaging lembut dan gurih paling enak dibuat pindang. Yang satu ini pindang dengan bumbu serba dibakar. Rasanya asam pedas dengan aroma wangi bawang dan cabai yang enak.
Berdasar versi aslinya, soto banjar harus berwarna putih. Putihnya dihasilkan karena sotonya memakai susu dan disantap dengan ketupat. Rasanya gurih dengan aroma kapulaga hmm... benar-benar mak nyuss!
Kali ini saya akan mengajak Anda wisata kuliner keliling Aceh. Termasuk mengunjungi Pasar Seutui naik betor alias becak motor khas Aceh. Ada lontong sayur Bu Ida yang lezat sampai mencicipi hidangan Aceh berkelas.
Ternyata bukan Milan di Italia. Melainkan Mi Lan. Begitulah warung ini bernama. Dan, adanya tahu kok di warung ini pastilah mengindikasikan bahwa masakan yang disajikan adalah khas Bangka.
Pak Bondan, bagaimana sih cara mengolah pindang ikan agar tidak amis? Dan boleh minta tips bagaimana cara mengolah ikan supaya tidak berkurang kadar gizi dan nutrisnya. Tapi jangan di makan mentah ya Pak..
Wah, sudah hari Jumat lagi, itu berarti weekend sudah di depan mata. Jika masih memilih Bandung sebagai kota tujuan di weekend kali ini, berikut kami berikan beberapa rekomendasi tempat makan dan acara yang bisa Anda jajal.
Thengkleng adalah makanan khas Solo - semacam gule, tetapi encer dan lebih pedas. Umumnya, thengkleng dibuat dari daging dan tetelan kambing. Tetapi, di restoran ini, thengkleng-nya dibuat dari fillet ikan kakap merah.