Isu yang menghubungkan antara gempa dan tsunami dengan kegiatan kebudayaan bermula dari bencana di Palu yang disinyalir terjadi karena Festival Nomoni.
Sejumlah seniman di Yogyakarta melarung tokoh wayang Sengkuni di Pantai Parangkusumo, Bantul. Aksi itu dilakukan sebagao simbol perlawanan terhadap hoax.