detikNews SBY Ingatkan KNPI Tak Bikin Program yang Ngawang-ngawang Presiden SBY meminta KNPI membuat program yang konkret alias tidak ngawang-ngawang atau muluk-muluk. Senin, 19 Des 2005 17:26 WIB
detikNews Theo Siap Bertanggung Jawab Mantan Kepala BKPM Theo Toemion kembali diperiksa KPK selama 8 jam. Theo siap bertanggung jawab atas kegiatan Indonesian Investment Year 2003. Jumat, 16 Des 2005 23:37 WIB
detikNews Menhub Bantah Air Asia Langgar Cabotage Menhub membantah Air Asia melanggar cabotage di Indonesia. Pelanggaran terjadi jika maskapai asing beroperasi dari daerah satu ke daerah lain. Jumat, 16 Des 2005 20:39 WIB
detikNews Diduga Kucurkan Dana ke Theo, KPK Periksa Staf Bank Mandiri Pengusutan dugaan penyimpangan dalam penyelenggaraan Indonesian Investement Year 2003 terus dilakukan KPK. Kali ini KPK memeriksa 2 staf Bank Mandiri. Kamis, 15 Des 2005 23:56 WIB
detikFinance Investasi 2005 Tumbuh 88,02 Persen Realisasi investasi tahun 2005 mengalami pertumbuhan 88,02 persen dari US$ 6,2 miliar tahun 2004 menjadi US$ 11,66 miliar. Kamis, 15 Des 2005 22:08 WIB
detikFinance Realisasi PMA Melonjak 136% Meski compang-camping, namun ternyata Indonesia tetap dilirik investor asing. Buktinya, realisasi investasi PMA hingga November melonjak 136 persen. Kamis, 15 Des 2005 13:31 WIB
detikFinance Realisasi Investasi PMDN Naik 50% Hingga November 2005 Realisasi investasi PMDN berdasarkan izin usaha tetap hingga November 2005 telah mencapai Rp 26,906 triliun, atau naik 50% dibanding periode tahun lalu. Kamis, 15 Des 2005 12:34 WIB
detikNews KPK Periksa Direktur Operasional BKPM Pengusutan kasus yang melibatkan mantan Kepala BKPM Theo Toemion terus dilanjutkan. Kini Direktur Operasional BKPM Widiatmi diperiksa KPK. Rabu, 14 Des 2005 21:00 WIB
detikNews Pengawal Pribadi Theo Toemion Diperiksa 9 Jam KPK terus mengusut dugaan penyimpangan proyek Investment Year 2003 dan 2004. KPK memeriksa pengawal pribadi Theo F Toemion, Stefanus Handoyo. Senin, 12 Des 2005 23:42 WIB
detikNews Let Let dan Walla Minta Tunda Pembayaran Utang Rp 10,2 M Terpidana Muhammad Harun Let Let dan Capt Tarsisius Walla akan mengajukan penundaan pembayaran ganti rugi sebesar Rp 9,262 miliar. Rabu, 07 Des 2005 23:45 WIB