Korsel menuturkan bahwa pemimpin Korut, Kim Jong-Un, telah meminta maaf karena tentaranya menembak mati seorang pejabat perikanan Korsel yang dilaporkan hilang.
Pada akhir bulan lalu, pihak berwenang juga menangkap empat saksi, bersama dengan dua orang yang tidak memiliki hubungan langsung dengan kasus tersebut.