Bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar disebut masuk kategori high explosive. Cedera dari bom seperti ini disebut bisa memiliki karakteristik tersendiri.
Di balik gayanya yang 'ngegas', dr Tirta menyimpan kisah suram di masa kecilnya. Ia pernah terinfeksi tuberkulosis atau TBC dan harus minum obat tiap hari.