Boeing 737 800 yang kecelakaan di perairan Bali memiliki harga jual sekitar US$ 89 juta atau setara dengan Rp 854.400.000.000. Namun nasibnya kini hanya jadi bangkai. Tak ada yang bisa digunakan lagi.
Pesawat Lion Air gagal mendarat dan jatuh di perairan dekat Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Seluruh penumpang dan kru pesawat selamat. Meski demikian, pihak Lion Air tetap berkewajiban memberikan kompensasi kepada para penumpang atas kecelakaan ini.
Empat produsen mobil terkemuka Jepang, yakni Toyota, Honda, Nissan, dan Mazda, mengumumkan menarik kembali 3,4 juta mobilnya yang terjual di seluruh dunia. Penarikan dilakukan karena peranti keamanan kantong udara (airbag) buatan Takata Corp, yang dipasang pada empat merek itu, berisiko terbakar atau melukai penumpang.
Meski sudah sembuh secara fisik, korban kecelakaan pesawat Lion Air dapat meminta ganti rugi lanjutan kepada operator penerbangan dengan menggunakan Peraturan Menteri nomer 77 2011. Bagaimana isi peraturannya?
Bandara Ngurah Rai Denpasar sempat ditutup cukup lama akibat kecelakaan pesawat Lion Air. Hampir dua jam. Namun sejak pukul 17.00 WITA, bandara dinyatakan normal.
Sejumlah penumpang Lion Air yang jatuh ke laut di Bali, dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sebagian di antaranya terluka cukup parah. Rumah sakit tampak kewalahan.
Ponsel sudah menjadi barang yang adiktif bagi penggunanya. Kebiasaan menggunakan gadget bagi pilot ternyata jadi salah satu penyebab kecelakaan pesawat yang selama ini terjadi.
Kecelakaan maut di jalan terus terjadi. Jumlah korban tewas pun membuat publik terperanjat. Terakhir, Nissan Juke yang dikendarai M Dwigusta Cahya (18) menabrak Xenia di Tol Purbaleunyi, 5 orang tewas.