Warga yang tinggal di sekitar wilayah Gunung Kelud, Jawa Timur, mulai dievakuasi menggunakan kendaraan pribadi dan truk. Proses evakuasi dilakukan setelah terjadi erupsi Gunung Kelud.
Aktivitas kegempaan di Gunung Kelud, Jawa Timur, meningkat siginifikan. Selama 6 jam, terjadi gempa tremor secara terus menerus. Status Kelud hingga hari ini tetap Siaga (level III)
Meningkatnya suhu kawah Gunung Kelud menunjukkan kemungkinan gejala meningkat status menjadi Awas dari Siaga. Hal ini ditunjukkan dengan kegempaan yang terus meningkat. Terbukti dalam 12 jam terakhir telah terjadi 453 kali gempa.
Kemen PU melalui Dirjen Cipta Karya melakukan aksi tanggap darurat untuk korban bencana yang terjadi di Indonesia. Dana yang disiapkan kementerian nilainya mencapai Rp 92 miliar untuk tahun 2014.
Mbah Ronggo, juru kunci Gunung Kelud minta agar masyarakat di sekitar Kelud untuk tetap tenang dan tidak panik. Meski Kelud saat ini berstatus Siaga, namun ia belum menerima isyarat dari alam yang menjadi tanda-tanda Gunung Kelud akan meletus.
Tim Satlak Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Kediri telah mendirikan 2 tenda dari 6 tenda. Rencananya tenda yang dibuat di Lapangan Segaran dan Lapangan Wates, itu digunakan dapur umum dan tenda kesehatan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status Gunung Kelud menjadi Siaga Level III. Sedikitnya 9 desa di 2 kecamatan di Kabupaten Malang masuk dalam wilayah rawan terdampak erupsi.
Status Siaga Gunung Kelud yang dikeluarkan PVBMG ternyata tak membuat sebagian warga takut. Mereka lebih percaya dengan tanda alam seperti yang terjadi saat Kelud meletus tahun 1990 silam.
Status Gunung Kelud di Jatim naik lagi statusnya dari waspada (level II) ke siaga (level III) sore ini. Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) merekomedasikan masyarakat tidak mendekati puncak kawah Gunung Kelud.