Event ini sedianya berlangsung pada 5-6 Desember 2020 di Yogyakarta, tapi akhirnya dibubarkan lantaran terjadinya keadaan force majeure di luar acara tersebut.
Kepolisian Filipina mengancam akan menerapkan hukuman cambuk terhadap orang-orang yang melanggar protokol social distancing selama pandemi Corona (COVID-19).