Jaringan Gusdurian getol melakukan kampanye toleransi di media online dua tahun belakangan. Salah satunya untuk mempromosikan kembali nilai-nilai kebangsaan.
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DIY menanggapi posting-an akun Twitter @GlHindu terkait umat Hindu yang bersembahyang di luar pagar Candi Prambanan.